未
Kisah & Penjelasan Karakter
Dalam kehidupan sehari-hari, 未 sering digunakan dalam dokumen resmi seperti laporan kemajuan proyek ('proyek belum selesai'), surat keterangan ('belum menikah'), atau pemberitahuan akademik ('nilai belum diinput'). Dalam sastra klasik, 未 muncul dalam ungkapan seperti 未雨绸缪 (belum hujan sudah mempersiapkan payung), menekankan sikap antisipatif yang dihargai dalam budaya Tiongkok.
Bentuk tulisan 未 berasal dari bentuk kuno yang merupakan gambaran stilisasi cabang pohon yang belum mekar sepenuhnya — merepresentasikan potensi yang belum berkembang. Ini konsisten dengan makna semantiknya: sesuatu yang ada dalam tahap awal atau belum mencapai realisasi penuh.
Karakter 未 (wèi) adalah karakter Han berjumlah lima goresan dengan radikal 木 (kayu), yang menunjukkan kaitannya dengan unsur alam dan pertumbuhan. Secara dasar, 未 berarti 'belum' atau 'belum terjadi', mengacu pada suatu kondisi yang masih dalam tahap persiapan atau belum mencapai titik akhir. Karakter ini sering muncul dalam struktur kalimat negatif dengan bentuk verbal, menegaskan bahwa suatu tindakan belum dilakukan.
Dalam tata bahasa Mandarin modern, 未 selalu mendahului kata kerja dan berfungsi sebagai penanda aspek perfektif negatif — berbeda dengan 没 (méi), yang lebih umum digunakan dalam percakapan sehari-hari. Penggunaan 未 terkesan lebih formal, sering ditemukan dalam teks tertulis, dokumen resmi, dan literatur klasik maupun kontemporer.
Karakter ini juga memiliki makna historis dalam sistem jam 12 jam tradisional Tiongkok, di mana 未 mewakili periode pukul 13.00–15.00, saat matahari masih tinggi namun mulai memasuki fase 'belum turun sepenuhnya'. Dalam konteks ini, makna 'belum' tetap konsisten: keadaan transisional antara puncak dan perubahan.
Kalimat Contoh
Kata Majemuk
Karakter Mirip — Jangan Tertukar
Langkah pertamamu menuju budaya Tionghoa: dapatkan nama Mandarinmu
Setiap perjalanan ke bahasa Mandarin dimulai dari sebuah nama. Gunakan generator nama gratis kami untuk membuat nama Mandarin yang bermakna dan personal.
Buat Nama Mandarin Saya →