忌
Kisah & Penjelasan Karakter
Dalam kehidupan sehari-hari, 忌 sering digunakan dalam konteks profesional dan keluarga—misalnya ketika seseorang merasa tidak nyaman melihat rekan promosi cepat, atau saat anggota keluarga membandingkan pencapaian anak. Ungkapan klasik seperti '忌贤妒能' (jì xián dù néng) — 'mendengki orang bijak dan iri terhadap kemampuan orang lain' — muncul dalam catatan sejarah Dinasti Han dan masih relevan dalam kritik sosial modern.
Bentuk tulisan 忌 berasal dari bentuk klasik yang menggabungkan radikal 心 (hati) dengan unsur 妻 (qī, 'istri') sebagai komponen fonetik pada masa awal, meskipun pelafalan dan maknanya telah berevolusi. Di zaman Qin-Han, karakter ini sudah digunakan dalam prasasti perunggu dan naskah bambu untuk menyatakan 'larangan batin' atau 'penolakan emosional', bukan sekadar kecemburuan, tetapi penolakan moral terhadap suatu keadaan.
Karakter 忌 (jì) adalah karakter HSK Level 6 yang berarti 'mendengki' atau 'merasa iri terhadap orang lain'. Ia termasuk dalam radikal 心 (xin), yang berarti 'hati', menunjukkan bahwa makna ini bersifat emosional dan batiniah. Goresan dasarnya hanya tujuh, menjadikannya relatif sederhana secara struktural, namun maknanya dalam konteks sosial Tiongkok sangat kaya—sering dikaitkan dengan sikap negatif yang dihindari dalam etika Konfusianisme.
Dalam penggunaan modern, 忌 bukan hanya menyiratkan kecemburuan biasa, tetapi juga rasa tidak nyaman mendalam terhadap keberhasilan orang lain, bahkan hingga memicu tindakan sabotase halus. Kata ini sering muncul dalam teks sastra klasik maupun analisis psikologis kontemporer untuk menggambarkan dinamika sosial yang kompleks. Penggunaannya selalu bernilai moral: menghindari 忌 dianggap sebagai bagian dari kematangan pribadi.
Karakter ini juga memiliki fungsi gramatikal fleksibel—bisa berperan sebagai kata kerja intransitif ('dia merasa dengki'), kata benda ('rasa dengki'), atau bahkan unsur dalam frasa larangan seperti 忌口 (jìkǒu, 'menghindari makanan tertentu'). Dalam budaya Tiongkok, mengakui adanya 忌 dianggap jujur secara emosional, tetapi mengendalikannya adalah tanda kedewasaan moral. Hal ini mencerminkan nilai inti: keseimbangan antara kesadaran diri dan pengendalian diri.
Kalimat Contoh
Kata Majemuk
Karakter Mirip — Jangan Tertukar
Langkah pertamamu menuju budaya Tionghoa: dapatkan nama Mandarinmu
Setiap perjalanan ke bahasa Mandarin dimulai dari sebuah nama. Gunakan generator nama gratis kami untuk membuat nama Mandarin yang bermakna dan personal.
Buat Nama Mandarin Saya →