隘
Kisah & Penjelasan Karakter
Dalam sejarah Tiongkok kuno, 隘 sering muncul dalam catatan militer dan geografi klasik untuk menyebut 'celah sempit di pegunungan' yang menjadi pos strategis, seperti dalam Strategi Seratus Perang atau catatan perjalanan Dinasti Han. Contoh nyata: Jalan Sichuan–Shaanxi melalui celah Qinling sering disebut sebagai 'Qinling zhī ài', menekankan peran vitalnya sebagai penghalang alami dan jalur kontrol militer.
Bentuk tulisan 隘 berasal dari bentuk kuno yang menggabungkan unsur 'manfaat' (益) dan 'kota/batas administratif' (邑 → 阝), mencerminkan gagasan bahwa celah sempit itu memiliki nilai strategis—bukan sekadar sempit, tetapi 'penting karena keterbatasannya'. Tidak bersifat piktogram, melainkan karakter fonosemantik berkembang sejak Zaman Zhanguo.
Karakter 隘 (ài) adalah karakter Tionghoa tingkat lanjut yang termasuk dalam HSK Level 6, menunjukkan makna dasar 'sempit' atau 'sempit secara fisik maupun metaforis'. Ia terdiri dari 12 goresan dan menggunakan radikal 阝 (radikal 'gunung/tembok'), yang sering mengindikasikan hubungan dengan lokasi geografis, benteng, atau batas wilayah.
Secara struktural, 隘 merupakan karakter fonetik-semantik: bagian kiri (益) berfungsi sebagai penunjuk bunyi (meski pelafalan telah berubah dari yì menjadi ài), sedangkan radikal kanan 阝 (dalam bentuk kanan, berasal dari 邑 — 'kota kecil') menegaskan makna terkait wilayah atau posisi strategis seperti celah gunung atau gerbang pertahanan.
Dalam penggunaan modern, 隘 jarang muncul sendiri, melainkan dalam kata majemuk formal atau sastra, terutama dalam konteks militer, geografi, atau metafora psikologis seperti 'pandangan sempit'. Ia membawa nuansa ketegangan spasial dan keterbatasan fungsional, bukan sekadar ukuran fisik.
Kalimat Contoh
Kata Majemuk
Karakter Mirip — Jangan Tertukar
Langkah pertamamu menuju budaya Tionghoa: dapatkan nama Mandarinmu
Setiap perjalanan ke bahasa Mandarin dimulai dari sebuah nama. Gunakan generator nama gratis kami untuk membuat nama Mandarin yang bermakna dan personal.
Buat Nama Mandarin Saya →