荤
Kisah & Penjelasan Karakter
Dalam sejarah Tiongkok, istilah 荤 digunakan dalam teks Buddhisme awal seperti 'Sutra Prajna' dan komentar Dinasti Tang untuk menyebut lima jenis sayuran berbau tajam yang dilarang bagi biksu: bawang putih, bawang merah, daun bawang, bawang bombai, dan kubis Cina (Allium chinense). Larangan ini masih diterapkan di banyak vihara Tiongkok dan Jepang hingga kini.
Bentuk tulisan 荤 berasal dari bentuk klasik 萈 (hūn), yang merupakan karakter fonetik-komposit: bagian atas 艹 (rumput/tumbuhan) sebagai radikal semantik, dan bagian bawah 昏 (hūn, 'senja') sebagai penunjuk bunyi. Bentuk modern 荤 adalah varian ringkas yang mempertahankan struktur fonetik dan semantiknya.
Karakter 荤 (hūn) adalah karakter tradisional yang kini lebih sering muncul dalam bentuk sederhananya 荤, meski keduanya memiliki makna sama. Awalnya mengacu pada sayuran berbau tajam seperti bawang putih, bawang merah, dan daun bawang—yang dalam tradisi Buddhisme Tiongkok dihindari oleh para biksu karena dianggap memicu nafsu atau mengganggu meditasi.
Dalam praktik kuliner Tiongkok klasik, istilah 'hūn cài' (masakan berbau tajam) berseberangan dengan 'sù cài' (masakan vegetarian tanpa bumbu berbau kuat). Perbedaan ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga nilai moral dan spiritual yang terkait dengan pengendalian diri dan kemurnian pikiran.
Meski arti harfiahnya 'sayuran berbau tajam', dalam penggunaan modern kata ini sering dipakai secara metaforis untuk menyebut makanan non-vegetarian, terutama daging—sehingga 'hūn shí' bisa berarti 'makanan berbahan daging'. Namun, pergeseran makna ini bersifat kontekstual dan tidak menggantikan arti aslinya dalam literatur klasik maupun praktik keagamaan.
Kalimat Contoh
Kata Majemuk
Karakter Mirip — Jangan Tertukar
Langkah pertamamu menuju budaya Tionghoa: dapatkan nama Mandarinmu
Setiap perjalanan ke bahasa Mandarin dimulai dari sebuah nama. Gunakan generator nama gratis kami untuk membuat nama Mandarin yang bermakna dan personal.
Buat Nama Mandarin Saya →