春
Kisah & Penjelasan Karakter
Dalam kehidupan sehari-hari, 春 digunakan secara luas dalam kalender, cuaca, sastra, dan perayaan nasional seperti Festival Musim Semi (Chūn Jié), yang merupakan Tahun Baru Imlek—perayaan paling penting di Tiongkok. Ungkapan seperti '春回大地' (bumi kembali disentuh musim semi) sering muncul dalam pidato resmi dan media untuk menyimbolkan pembaruan nasional atau pemulihan ekonomi. Dalam sejarah, istilah 春 muncul dalam Kitab Shijing (The Book of Odes) abad ke-11–6 SM sebagai metafora kebangkitan sosial dan moral.
Bentuk tulisan 春 berasal dari aksara oracle bone (jiǎgǔwén) dan bronze script (jīnwén), awalnya berupa piktogram kombinasi tanaman dan matahari. Versi Qin seal script (zhuànshū) sudah menunjukkan struktur tiga bagian yang jelas: 艹, 屯, dan 日. Ini bukan piktogram murni, melainkan komposisi semantik-fonetik yang stabil sejak Dinasti Zhou akhir.
Karakter 春 (chūn) berarti 'musim semi' dan merupakan salah satu dari empat musim utama dalam budaya Tionghoa. Ia termasuk dalam level HSK 3, menunjukkan bahwa penggunaannya umum dalam percakapan sehari-hari maupun teks tulis tingkat menengah. Bentuknya terdiri dari 9 goresan dengan radikal 日 (hari/matahari), yang mengisyaratkan kaitannya dengan waktu, siklus alam, dan pencahayaan yang meningkat saat musim semi tiba.
Secara struktural, 春 terdiri dari tiga bagian: bagian atas adalah 艹 (tumbuhan), di tengah adalah 屯 (tún, artinya 'berkumpul/berkecambah'), dan di bawah adalah 日 (hari). Gabungan ini melambangkan pertumbuhan tunas baru di bawah sinar matahari — gambaran harfiah dan metaforis tentang kebangkitan alam setelah musim dingin. Radikal 日 menegaskan aspek waktu dan kejadian periodik.
Dalam sistem Hanzi, 春 adalah karakter fonetik-sementik (phono-semantic compound): 屯 memberikan petunjuk bunyi (meski pelafalan telah berubah seiring waktu), sedangkan 艹 dan 日 bersama-sama menyampaikan makna tentang pertumbuhan vegetatif di bawah cahaya matahari. Karakter ini sering muncul dalam kalender tradisional, perayaan seperti Festival Musim Semi (Tahun Baru Imlek), dan puisi klasik sebagai simbol harapan, kelahiran kembali, dan kesuburan.
Kalimat Contoh
Kata Majemuk
Karakter Mirip — Jangan Tertukar
Langkah pertamamu menuju budaya Tionghoa: dapatkan nama Mandarinmu
Setiap perjalanan ke bahasa Mandarin dimulai dari sebuah nama. Gunakan generator nama gratis kami untuk membuat nama Mandarin yang bermakna dan personal.
Buat Nama Mandarin Saya →